Penulis: Al-Ustadz Abu Ishaq Muslim
Proses mencari jodoh dalam Islam bukanlah “membeli kucing dalam
karung” sebagaimana sering dituduhkan. Namun justru diliputi oleh
perkara yang penuh adab. Bukan “coba dulu baru beli” kemudian “habis
manis sepah dibuang”, sebagaimana jamaknya pacaran kawula muda di masa
sekarang.
Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang tatacara ataupun
proses sebuah pernikahan yang berlandaskan Al-Qur`an dan As-Sunnah yang
shahih. Berikut ini kami bawakan perinciannya:
1. Mengenal calon pasangan hidup
Sebelum seorang lelaki memutuskan untuk menikahi seorang wanita,
tentunya ia harus mengenal terlebih dahulu siapa wanita yang hendak
dinikahinya, begitu pula sebaliknya si wanita tahu siapa lelaki yang
berhasrat menikahinya. Tentunya proses kenal-mengenal ini tidak seperti
yang dijalani orang-orang yang tidak paham agama, sehingga mereka
menghalalkan pacaran atau pertunangan dalam rangka penjajakan calon
pasangan hidup, kata mereka. Pacaran dan pertunangan haram hukumnya
tanpa kita sangsikan.
Adapun mengenali calon pasangan hidup di sini maksudnya adalah
mengetahui siapa namanya, asalnya, keturunannya, keluarganya, akhlaknya,
agamanya dan informasi lain yang memang dibutuhkan. Ini bisa ditempuh
dengan mencari informasi dari pihak ketiga, baik dari kerabat si lelaki
atau si wanita ataupun dari orang lain yang mengenali si lelaki/si
wanita.
Tampilkan postingan dengan label kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kajian. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 11 Februari 2012
Jumat, 06 Januari 2012
Waspadailah syiah ...
MUI: Syiah Aliran Sesat, Umar Shihab Berbicara Atas Nama Pribadi
“Umar Shihab itu berbicara atas nama pribadi. Karena kalau atas nama lembaga, sejak awal MUI tahun 1985 sudah menyatakan kewaspadadan terhadap syiah,” katanya kepada Eramuslim.com, Selasa, (3/01/2012).
Selanjutnya Prof Baharun juga membantah pernyataan Umar Shihab bahwa MUI tidak pernah mengeluarkan fatwa kesesatan Syiah. Ia mengatakan ketika Syiah belum menyebar di Indonesia pun MUI sudah membuat fatwa mewaspadai Syiah. Bahkan setelah aliran-aliran sesat bermunculan, MUI sudah membuat 10 kriteria aliran sesat. “Setidak-tidaknya dari 10 kriteria itu, lima kriteria masuk kepada Syiah,” tambahnya.
Sepuluh Kriteria sesat itu adalah:
1. Ingkar terhadap Rukun Iman dan Rukun Islam
2. Meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai Dalil Syar'i (Al Qur'an dan As Sunah)
3. Meyakini turunnya wahyu setelah Al Qur'an
Senin, 02 Januari 2012
Silsilah Keutamaan Ilmu (2)
Sobat muslim
kita lanjutkan bahasan kita tentang keutamaan menuntut ilmu.
Setelah
memuji Allah dengan sebaik-baik pujian, kemudian bershalawat kepada rasulNya –
shallallahu ‘alaihi wassalam, kita lanjutkan keutamaan ilmu berikutnya yaitu:
3. Ilmu melahirkan
rasa takut akan Allah:
Allah –
subhana wata’ala – berfirman :
قَالَ اللهُ تَعَالَي : " إِنَّمَا يَخْشَي اللهُ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ " (فَاطِرْ : 28 )
Artinya :
"Sesungguhnya orang yang paling takut kepada Allah adalah para ulama"
[pencipta: 28]
Takut disini
bukan berarti sebagaimana jika seseorang takut dengan musuh, kemudian dia
menjauh dan berlari menghindari musuh tersebut. Akan tetapi takut kepada Allah
disini adalah takut melanggar perintah-perintah Allah, takut terjerumus dalam
maksiat kepada Allah, sehingga takut di sini adalah dalam bingkai ketaatan
kepada Allah. Dari situ kita juga bisa mengambil beberapa kesimpulan tentang
ayat di atas, diantaranya:
Jumat, 23 Desember 2011
Silsilah Keutamaan Ilmu
Keutamaan menuntut ilmu (1)
Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan memohon bantuan
dan pengampunan-Nya dan kami mencari perlindungan Allah dari kejahatan diri
kita dan dari perbuatan buruk kita
Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak di sembah selain Allah semata, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak di sembah selain Allah semata, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
Pada artikel ini saya berbicara tentang keutamaan ilmu dan penuntut ilmu:
Kamis, 22 Desember 2011
Dahsyatnya Silaturahmi dari Dunia sampai aherat
Dahsyatnya Silaturahmi dari Dunia sampai aherat
Silaturahmi atau shilatul ukhuwah
???
“Yuk... Kita silaturahim ke rumah
Nadia teman SMU kita dulu, dia lagi syukuran acara wisuda lho..!” Ajak tika
kepada Salsa. “Nantilah saya lagi repot, nich lagi sibuk persiapan prajabatan
besok, silaturahimnya nanti aja yach, kan belum lebaran” sahut Salsa seenaknya
sambil merapikan tumpukan kertas di hadapannya.
Itulah ilustrasi sederhana, tentang
pengetahuan akan silaturahim sebagian besar saudara kita. Silaturahim Identik
dengan lebaran, Silaturahim ditujukan umum untuk semua manusia, teman misalnya,
dan juga niat untuk silaturahmi yang kurang sungguh-sungguh.
Alasan-alasan untuk menunda
silaturahmi pun beragam, alasan sibuklah, repot, banyak pekerjaan, belum
waktunya, lebaran masih lama, dan segudang alasan lainnya yang notabenya adalah
alasan yang dibuat-buat, karena kalau kita tau apa itu silaturahmi, bagaimana
keutamaannya, dan manfaatnya bagi setiap muslim niscaya mereka akan meluangkan
waktu sesibuk apapun dan dalam kondisi apapun untuk menyambung silaturahmi...
Langganan:
Postingan (Atom)
